Rekrut Gus Samsudin, IHC Disorot Youtuber Pak JITU

Bagikan postingan

Jember, rilisfakta.com – Rabu 7/9/22 seorang youtuber asal Jember menguak fakta baru tentang Gus Samsudin Jadab pemilik Padepokan Nur Dzat Sejati Blitar, yang beberapa waktu yang lalu sempat berseteru dengan Marcel Radhival atau Pesulap Merah.

Didalam video berdurasi 9 menit 44 detik itu, Pak JITU menunjukkan data bahwa GSJ terdaftar sebagai peserta pelatihan Indonesian Hypnosis Centre (IHC), dengan disertai video dimana GSJ sedang ikut pelatihan kepada Ki Sunu, salah seorang Hypnosis IHC.

Tampak Pak JITU didalam video tersebut mengutarakan kegelisahannya dengan masuknya GSJ didalam IHC, meski terlihat disampaikan dengan gaya selengehan yang sudah menjadi ciri khasnya, Pak JITU terlihat agar permasalahan tersebut menjadi perhatian serius.

Saat ditemui awak media Pak JITU menyampaikan kekecewaannya atas tindakan IHC yang telah merekrut GSJ

Seperti yang pernah saya sampaikan dalam video saya di youtube, IHC itu adalah sebuah organisasi kesehatan yang mendapat ijin operasional dari Kemendikbud dan bekerjasama dengan banyak instansi, bidangnya adalah terapi mental atau biasa dikenal dengan Hipnotis, bagaimana kemudian mereka melakukan perekrutan kepada GSJ? Seorang yang sedang dalam sorotan nasional dengan dugaan penipuan kepada pasien-pasiennya?” Ucap Pak JITU.

Lebih lanjut Pak JITU menjelaskan “Saya menduga ada oknum di IHC yang sedang bermain-main, karena rekruitmen terhadap GSJ ini terkesan sembunyi-sembunyi, kedua belah pihak terkesan tertutup, GSJ pun tidak seperti biasanya, yang selalu mengupdate kegiatannya, kali ini tidak ada kabar”. Tuturnya

Perlu diketahui, sebelumnya Pak JITU ini, didalam videonya menyampaikan bahaya ilmu hipnotis ini bila dikuasai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab

Dia menyampaikan didalam videonya potensi-potensi bahaya yang dapat ditimbulkan dengan direkrutnya GSJ oleh IHC.

Kita semua sudah tahu lah ya, seperti apa praktek pengobatan GSJ dari video-videonya? dengan tanpa ilmu hipnotis saja GSJ dimungkinkan mempermainkan psycology pasiennya dengan vonis-vonis penyakit klenik, yang kemudian membuat pasien terpaksa atau memaksakan diri membayar mahal untuk pengobatannya disana, apalagi kalau GSJ juga sekaligus menghipnotis pasiennya, agar pasiennya bersedia membayar berapapun yang dia minta, apa itu tidak bahaya?” Tuturnya dengan nada kesal.

IHC semestinya selektif didalam merekrut anggota, apalagi ini berkaitan dengan pengobatan alam bawah sadar, jangan cuma asal bisa bayar“. Pungkas PakJITU. (yn)

Kabiro : Catur Teguh Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button