Regsosek Tugusari Kecamatan Bangsalsari Jalankan Misi

Bagikan postingan

Jember, rilisfakta.com – Dalam rangka menjalankan kebijakan nasional, tentang Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia sejak tanggal 15 Oktober hingga 14 November 2022, petugas Regsosek Tugusari, Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember juga telah bergerak menyusuri wilayah kerja Tugusari.

Menurut salah satu petugas Reksoses Rahayu Eka Putri pelaksanaan reksoses di Tugusari sudah berjalan mulai 15 Oktober bersama tim lainya.

Mulai 15 Oktober kemarin kita gerak mas. Bersama tim lainya tentunya, kita susur wilayah secara merata,” ungkapnya.

Sedangkan diketahui petugas Regsosek seluruh Kabupaten Jember sebanyak 3976 orang.

Menurut Pratomo, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) di seluruh provinsi di Indonesia.

Pendataan Regsosek adalah pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan,” ujarnya.

Lebih lajut, Pratomo menjelaskan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) adalah upaya pemerintah untuk membangun data kependudukan tunggal, atau satu data. Dengan menggunakan data tunggal, pemerintah dapat melaksanakan berbagai programnya secara terintegrasi, tidak tumpang tindih, dan lebih efisien.

Program Regsosek bertujuan menyiapkan seluruh data sosial maupun ekonomi yang ada di kabupaten Jember maupun nasional guna di jadikan pedoman dan dasar pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah sekala nasional,” ulasnya.

Sedangkan dasar hukum pelaksanaan kegiatan itu, kata Pratomo bersandar pada arahan Presiden pada Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2022, Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2021 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 dan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2022 tentang RKP 2023.

Sasaran utamanya adalah menyiapkan data berbasis kepala keluarga dan usaha yang ada di seluruh masarakat. Agar diketahui keberadaan, profil keluarga, kondisi sosial ekonominya, usahanya, dan profil UMKM yang ada,” terangnya

Menurut Pratomo, Data Regsosek dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas berbagai layanan pemerintah, seperti pendidikan, bantuan sosial, kesehatan, hingga adminisrasi kependudukan.

Kita harapkan akan ada satu data, untuk kepentingan peningkatan pelayanan masyarakat,” tegasnyaa.

Ditempat yang sama, salah satu peserta sosialisasi Jainullah mengatakan, program Regsosek ini akan melakukan pendataan jumlah warga, miskin, sangat miskin dan miskin sekali.

Bahkan ODGJ dan tuna wisma akan masuk dalam orang yang akan kita data,” ujarnya.

Patut diketahui, bahwa selama ini terdapat data kependudukan yang masih belum valid, sehingga menimbulkan masalah, seperti bantuan BLT yang tumpang tindih, serta belum tepat sasaran.(Rofek)

Kabiro : Catur Teguh Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button