Program Ketersediaan Akses Dan Konsumsi Pangan Berkualitas (Kementan)

Bagikan postingan

Jember, rilisfakta.com – Korporasi petani Jember, dalam hal ini yang diwakili oleh Koperasi Produsen SUKA DAMAI SUKOREJO yang dipimpin oleh Irawan Tri Basuki dan Gatot Sudibyo, sebagai satu-satunya Korporasi Petani yang terdaftar di Kementrian Pertanian sejak tahun 2020. Menerima Kunjungan team ahli dari Kementan dalam rangka pengguliran program kerja Kementan yaitu Program Ketersediaan akses dan Konsumsi Pangan Berkualitas. Yang bertempat di Desa Karangsono Kec. Bangsalsari Kab. Jember pada hari Sabtu (04/11/2022) pukul 13.00 Wib.

Kementerian Pertanian (Kementan) menggiatkan pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani. Kementan sendiri berkomitmen untuk mengawal pengembangan kawasan berbasis korporasi di kawasan sentra tanaman pangan. Pengawalan (pendampingan} akan dibarengi dengan pembangunan infrastruktur, serta pemberian bantuan bibit, pupuk dan lain-lain.

Irawan saat di konfirmasi menyampaikan bahwa
Untuk pendampingan proyek korporasi petani ini, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mendorong Kami guna terbentuknya Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dalam bentuk korporasi. Upaya-upaya yang dilakukan adalah untuk merevitalisasi Kelompok-kelompok Tani yang telah ada menjadi korporasi yang memiliki usaha operasional dan memiliki nilai manfaat bagi petani yang menjadi bagian dari anggota korporasi Kami,” ucapnya.

Perwakilan dari team Kementan yang tidak mau disebut Namanya mengungkapkan bahwa Penggiatan program korporasi petani oleh Kementan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Joko Widodo yang meminta jajaran pemerintah untuk fokus tingkatkan kesejahteraan petani melalui konsep “korporasi petani”.

Presiden menyebutkan Korporasi Petani sebagai sebuah upaya membuat kelompok petani dalam jumlah besar dan membekali kelompok petani tersebut dengan manajemen, aplikasi, serta cara produksi dan pengolahan yang modern. Dengan penguatan dari hulu ke hilir, petani diharapkan akan mendapatkan keuntungan lebih besar, “di siapkan sarananya (Jalan Usaha Tani, Greenhouse dll) dibantu Saprodinya, di damping team ahli selama program berjalan, petani tinggal mengikuti. Karena kegiatan ini terintegritas dan berkelanjutan” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, membangun 15 proyek jaringan irigasi tersier dan tujuh lokasi jalan usaha tani (JUT) tahun ini. Ini bagian dari menguatkan swasembada pangan. Jember menduduki urutan ke-5 sebagai produsen padi di Jawa Timur, provinsi yang tahun ini meraih surplus beras terbesar di Indonesia. Surplus beras di daerah sentra padi sangat berarti bagi lumbung pangan nasional. Masih banyak daerah di Indonesia yang defisit beras, terutama di luar Jawa yang prasarana irigasinya masih minim. Bahkan di Jawa Barat pun masih defisit beras, karena angka produksi masih di bawah angka konsumsi.

Dipilihnya desa Karangsono Kec. Bangsalsari sebagai salah satu titik penempatan program kerja Kementan didasari oleh, Luasan areal pertanian yang sangat luas dan banyaknya kelompok tani yang aktif melakukan kegiatan kegiatan pertanian termasuk desa Karangsono merupakan salah satu desa yang berkembang aktif dalam hal kegiatan produksi bibit tanaman hortikultura tahunan yang pasarnya sudah menyebar luas di Jawa timur bahkan hingga luar pulau.

Kades Karangsono Mohammad Ahrul Fatah menyampaikan ucapan terimakasih atas terpilihnya desa yang dipimpinnya sebagai penerima dan pelaksana program dari Kementan.

Ini luar biasa, program ini sangat membantu masyarakat petani di Karangsono. Saya beserta seluruh staf pemerintahan desa akan mengawal dan harus terlibat langsung dalam rangka mensukseskan program ini. Karena ini akan bisa meningkatkan bukan saja kesejahteraan petani kami pun juga akan semakin mencerdaskan petani,” ujarnya.

Banyak petani yang menjadi anggota Koperasi kami di desa ini, kami selaku Korporasi petani yang terdaftar di Kementan mewakili Jember Sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk Mendukung dan terlibat Langsung dalam program Kementan. Kami hanya katalisator bagi petani dan program ini sangat bagus asalkan petaninya mau bersungguh sungguh mengikuti program ini. Ibarat orang yang mau makan ikan makaBeri mereka pancing dan kailnya bukan ikannya” Dan kami Yakin pertanian Indonesia akan semakin kuat asalkan petaninya mau berserikat” Pungkas Irawan. ( Haris)

Kabiro : Catur Teguh Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button