Penumbuhan Wirausaha Baru IKM ( Industri Kecil Menengah ) Olahan Pangan Di Pendopo Sukorambi

Bagikan postingan

Jember, Rilisfakta.com – (5/12/ 2022). Pelatihan penumbuhan wirausaha baru IKM ( Industri Kecil Menengah ) Olahan Pangan untuk disabilitas/difabel di pendopo Kecamatan Sukorambi dilaksanakan selama dua (2) hari dari tanggal 5 – 6 Desember 2022.

Acara pelatihan ini dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember bersinergi kolaborasi dengan Pemerintahan Kecamatan Sukorambi dan Persatuan Penyandang Disabilitas dan Center Advokasi (PERPENCA). Adapun peserta pelatihan berjumlah 20 orang disabilitas yang berasal dari 8 kecamatan diantaranya Sukorambi 5, Panti 4, Kecamatan Kaliwates 3, Kecamatan Patrang 2, Sumbersari 1, Arjasa 3, Bangsalsari 1 dan Gumukmas 1 orang.

Foto : (Gambar Istimewa) rilisfakta.com

Akhmad Sudawi,SIP. MSi sekcam Sukorambi mewakili Camat Sukorambi dalam sambutannya menyampaikan “pelatihan hari ini merupakan adanya sinergi kolaborasi dengan harapan pelatihan ini lebih ditingkatkan kembali sehingga tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tercapai. Sebagai makhluk ciptaan Alloh kita saling mengisi kekurangan, untuk itulah perlu adanya sinergi dari peserta pelatihan agar mendapatkan hasil maksimal,” Ungkap Akhmad Sudawi.

M.Zainuri Rofi’i,S.E.S.Pd selaku ketua PERPENCA menyampaikan “bahwa pelatihan industri kecil menengah (IKM) olahan pangan ini sangat bermanfaat untuk bekal hidup mandiri. Fakta yang ada disabilitas kesulitan mendapatkan pekerjaan formal di instansi, untuk itulah perlu usaha mandiri. Harapannya pelatihan IKM Disabilitas tidak hanya di Kecamatan Sukorambi tetapi diseluruh kecamatan. Selain itu tidak hanya pelatihan saja, tindak lanjut pelatihan ini sangat dibutuhkan terutama aspek permodalan dan marketingnya,” ungkap Zainuri Rofi’i.

Sambutan terakhir sekaligus pembukaan pelatihan IKM olahan pangan disampaikan sekretaris dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten Jember, H.Hudori,SE.MSi. Dalam sambutannya disampaikan “bahwa kolaborasi tidak akan berjalan maksimal jika tidak ada kerjasama semua pihak. Pelatihan IKM untuk Disabilitas tentunya akan diperluas lagi jangkauannya tidak hanya di kecamatan Sukorambi. Harapannya peserta pelatihan IKM olahan pangan lebih aktif bertanya mencari ilmu sehingga nantinya ada output yang dihasilkan yaitu menghasilkan produk home industri,” Pungkas Hudori.

(Lukman Hakim)

Kabiro: Catur Teguh Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button