Pakai Nama Binatang Dalam Subjek Pemberitaan” Etika Seorang Jurnalis Dipertanyakan

Bagikan postingan

Kaur Bengkulu (Rilisfakta.com) Terkait Pemberitaan di salah satu media online beberapa waktu yang lalu dengan memakai Nama Hewan atau Binatang patut dipertanyakan, dimana Etika seorang Jurnalis selama ini minggu 20-12-2022

Kebebasan pers di Indonesia telah di jamin oleh Undang – Undang Nomor 40 tahun 1999. Kebebasan tersebut bukanlah kebebasan mutlak , tetapi disertai dengan tanggung jawab sosial, tanggung jawab sosial yang artinya setiap kegiatan pers harus menghormati hak Asasi setiap orang dan harus bertanggung jawab kepada publik. Sebagai Insan Pers Kebebasan tersebut bukanlah suatu kebebasan yang yang relevan karena tidak sepatutnya menggunankan kata dengan memakai nama Hewan atau pun Binatang apa lagi kalau ini hanya menggiring opini yang merugikan orang lain bukan berdasarkan fakta di lapangan yang belum tentu dapat dengan jelas di buktikan akan kebenaranya , tetapi suatu kebebasan yang kebablasan dimana yang telah di atur dalam undang undang pers, Etika seorang jurnalistik dipertanyakan.

Dengan ada terbitan yang menuliskan ” dulu beruk sekarang kera , sebenarnya apakah kata kata itu relevan untuk di tujukan kepada seseorang dalam pemberitaan yang di konsumsi oleh publik, bagai mana dengan norma dan kaedah serta etika jurnalis yang telah di atur oleh Undang Undang pers no 40 tahun 1999 serta Undang Undang ITE no 11 tahun 2016 atas perubahan Undang Undang no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Di mana termasuk perbuatan yang tidak menyenangkan dan menimbulkan rasa kebencian terhadap individu.

Profesional tunjukan identitas ,tidak menyuap, berita faktual dan jelas dari sumbernya ,tidak plagiat , penggunaan cara cara tertentu dapat di pertimbangkan untuk peliputan berita dan investigasi bagi kepentingan publik.

Setiap kata kata yang akan terucap seharusnya di koreksi terlebih dahulu agar dalam penyajian berita sesuai dengan kode etik yang ada , dan yang sesuai dan tidak melanggar UUD Pers no 40 tahun 1999 tentang etika jurnalis .

Menurut UUD Pers tahun 1999 tentang kode etik jurnalis, sesuai dengan pasal 1 wartawan Indonesia bersikap independen menghasilkan berita yg akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk, wartawan selalu menguji informasi , memberitakan secara berimbang, dan tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi , serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Karena kode etik jurnalis digunakan sebagai pedoman operasional suatu profesi , dan sebagai landasan moral dan etika agar seorang wartawan senantiasa melakukan tindakan yang bertanggung jawab. Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul.

Sesuai dengan bunyi pasal 8 UUD pers wartawan tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, dan merendahkan martabat seseorang .

Sesuai dengan pasal 10 UUD kode etik apabila seorang jurnalis melakukan kelalaian segera mencabut , meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai permintaan maaf kepada pembaca , pendengar, atau pemirsa

Apa lagi saling menyindir wartawan atau Media yang ada atau media lain seperti jongos jongos sebaiknya Nara sumber itu berkaca dan bercermin terlebih dahulu alangkah baiknya menjadi panutan kalau memang ada niat untuk membangun di kabupaten kaur ini, ingat kita masyarakat juga paham akan kita , siapa kita dan apa yang telah kita perbuat selama ini di kabupaten kaur ini jangan hanya memberi informasi dan di suguhkan hanya karena berasumsi atau menurut pikiran sendiri dan tidak dapat di pertanggung jawabkan secara hukum.

Jadilah Insan Pers atau media yang profesional akurat dalam pemberitaan dengan Nara sumber yang jelas sehingga pemberitaan dapat di pertanggung jawabkan, jangan hanya membentuk atau menggiring opini yang merugikan orang lain sehingga tidak sesuai dengan kode etik jurnalis menjunjung tinggi serta me ngedapankan asas praduga tak bersalah yang tertuang dalam Undang Undang pers no 40 tahun 1999. Bukan menghakimi dan menjustics membentuk serta menggiring opini. (eep kinal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button