Massa PMII Yang Tergabung Dari 3 Kabupaten Gelar Demo Serukan Tolak Kenaikan Harga BBM diDepan Kantor DPRD Tuba.

Bagikan postingan

TULANGBAWANG Rilisfakta.Com–Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang tergabung dari 3 kabupaten,yaitu Kab.Tuba,Kab.Tubaba,Kab.Mesuji.  selasa (13/9)

Dalam aksi demo Mahasiswa menyerukan aspirasi kepada DPRD Kabupaten Tuba, agar bisa disampaikan kepada pemerintah pusat untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, kenaikan BBM tersebut justru menimbulkan penderitaan menyekik rakyat kalangan yang tidak mampu, karena kenaikan harga itu akan berdampak inflasi secara umum karena merambat ke seluruh sektor termasuk harga-harga komoditas kebutuhan dasar masyarakat.apalagi untuk roda perekonomian baru dalam pemulihan akibat pandemi Covid 19 belakangan ini.

Dalam aksi tersebut terlihat barisan aparat kepolisian bersiap siaga untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan, namun kemelut aksi tersebut sempat mengobar dan memanas dikarenakan aksi massa membakar replika kendaraan mayat di depan kantor DPRD Tuba, kendati demikian aksi tersebut tidak menimbulkan anarkis.

Adapun aspirasi yang diserukan terdapat empat poin kepada DPRD Tuba, antara lain meliputi :

Pertama, menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Kedua, mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia bahan bakar minyak (mafia BBM).

Ketiga, mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran.

Keempat, mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi.

Khozim Pamungkas merupakan ketua PMII menyatakan aspirasi tolak kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut telah diterima dari pihak DPRD Tuba.

“Jadi hasil aksi tadi pihak DPRD Tuba menyepakati dengan menolak kenaikan harga BBM dan siap melanjutkan aspirasi ke DPR RI”, Ujar Khozim Pamungkas.

Khozim Aktivis PMII asal dari UMPTB tersebut menekankan bilamana dalam kesepakatan itu tidak diindahkan, maka ia akan kembali lagi mengelar aksi kembali dengan mengerahkan aksi massa lebih banyak lagi.

“Ketika tidak terjadi kesepakatan ini, maka kita akan menyiapkan massa yang lebih banyak lagi dari pada ini, kita akan kerahkan kekuatan full dari pada PMII Tuba ini, ” tegas Khozim.

Selain itu ia tekankan aspirasi yang di sampaikan di depan gedung DPRD Tuba ini adalah wujud tegas mereka mewakili rakyat dalam jeritan dan nelangsa kesengsaraan rakyat.

“Kita akan gaungkan Tuba menolak kenaikan harga BBM, ” Pungkas Khozim.

(eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button