Kepala Sekolah Di Jember Keluhkan Keterlambatan Pencairan TPP

Bagikan postingan

Jember – Rilisfakta.com, 22 November 2022. Berawal dari sebuah statemen Kepala Sekolah dalam group diskusi pendidikan “Dungaren Jember telat TPP biasanya mengawali kabupaten lain” kemudian berkembang respon beberapa PNS Kepala Sekolah dan Mantan Pejabat Eselon 2 yang disampaikan melalui hubungan whatsapp kepada Rilisfakta.com.

Berdasarkan Permendikbud Riset dan Teknologi Nomor 4 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Profesi Bab VII Pasal 21 ayat 1 berbunyi :

Pemerintah Daerah dilarang menunda penyaluran tunjangan profesi, tunjangan khusus dan tambahan penghasilan melewati 14 hari kerja sejak tanggal diterimanya dana tunjangan profesi, tunjangan khusus dan tambahan penghasilan di rekening kas daerah.

Salah satu pejabat Pemkab Jember yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan bahwa TPP Jember telat, Gresik, Lamongan dll sdh dicairkan. Itu ada peraturannya, tidak boleh menghambat, Menunda atau memutar anggaran untuk kepentingan lain hingga dana itu terlambat disalurkan pada yang berhak, sebab SKTP hampir semua guru sudah turun.

Sekarang bola panas ada pada SIMTUN Dispendik, harus segera dieksekusi bagi yang SKTP sudah terbit, segera usulkan anggaran ke BPKAD karena alur pencairan TPP *SIMTUN* yaitu Operator Sistem Informasi Tunjangan yg ada di Dispendik, itu yang ngeklik contreng semua PNS/Non PNS. Guru yang sudah punya sertifikat pendidik dan sudah keluar SKTP- nya
disingkronkan lalu dana bisa dimintakan di BPKAD sesuai jatah duit TPP dari pemerintah pusat yang sudah diverifikasi,” ungkapnya.

Sementara ketua PGRI Cabang Panti, Sahroni S.Pd mengungkapkan bahwa “persoalannya data masing-masing sekolah sinkronisasinya terlambat termasuk punya saya SK Berkala TMT Maret belum dimasukkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Sahroni S.Pd menyampaikan bahwa “lembaga saya termasuk yang terlambat terkait SKTP dan secara umum kapan hari disampaikan 30% belum valid. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah beres dan di dapodik SKTP sudah terbit tinggal proses verifikasi dan cair,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Drs Hadi Mulyono,MSi melalui hubungan seluler membenarkan apa yang disampaikan “di group Diskusi Pendidikan dan sudah saya sampaikan bahwa TPP yang akan diproses terlebih dahulu adalah yang sudah clear hasil validasinya tidak harus menunggu semua, nanti kita proses sisanya dicairkan setelah validasi juga clear,” pungkas Hadi Mulyono. (Lukman Hakim)

Kabiro : Catur Teguh Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button