Hari Ibu Nasional Kader PDIP Jember Siti Anisa Motivasi Kaum Ibu Untuk Lebih Semangat Mengarahkan Putra Putrinya

Bagikan postingan

Jember, rilisfakta.com- Memperingati hari ibu nasional Bendahara Badan Bantuan Hukum Dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan Jember Siti Anisa S.H jelaskan pentingnya peran seorang ibu, serta jasa seorang ibu yang yang amat mulia sehingga tidak bisa ditukar dengan apapun. Hal ini dijelaskan Anisa kepada awak media, bertempat di salah satu rumah makan daerah Jember, pada hari Kamis, (22/12/2022) pukul 11.00 Wib.

Menurut Anisa seorang ibu amat berperan bagi anaknya, selain peran yang dilakukan keseharian seperti menyusui, menimang, bahkan peran didapur, masih ada peran yang lebih penting yakni kehadiran dan kedekatan serta doa yang selalu hadir bagi anak anaknya.
Sebab menurutnya diamnya seorang ibu dalam membathin anak – anaknya disertai doa, dan sentuhan lembutnya, mampu menata jiwa anak, serta menentukan arah dan membentuk psikologis yang baik terhadap tumbuh kembang anak secara lahiriah, maupun bathiniyah.

Seorang ibu selain menyuap, memasak, pas masih kecil juga menyusui dan banyak sekali yang dilakukan untuk anaknya, adalagi yang paling utama, yakni membatin disertai doa, dengan sentuhan lembut pada anaknya setiap saat, itu sangat hebat, sebab hal tersebut dapat menata kejiwaan anak, dan menentukan arah dan membentuk psikologis yang baik terhadap tumbuh kembang anak secara lahiriah dan batiniah,” ungkap Anisa menjelaskan.

Foto : (Gambar Istimewa) Ucapan Terimakasih Terhadap Ibu

Anisa juga menjelaskan bahwa tidak ada apapun yang sebanding di dunia ini untuk ditukar dengan lelah seorang ibu pada anaknya. Sebab menurut Anisa, kasih seorang ibu amat mulia dan tak bisa dihargai dengan apapun.

Tuk imbalan, sepertinya tidak ada yang bisa ditukar atau untuk membayar kasih sayang dan lelah seorang ibu, sebab bagi saya kasih ibu amat mulia sehingga tidak bisa di tukar dengan apapun,” ungkapnya menambahkan.

Lalu Anisa melanjutkan kalimatnya dengan bercerita tentang sejarah hari ibu sebab tak banyak yang mengetahui sejarah peringatan Hari Ibu di Indonesia.

Saya pernah membaca dari situs Kemenppa, tentang sejarah peringatan yang menandai peristiwa sejarah dan istimewa pada tanggal 22-25 Desember 1928, yang sekarang dijadikan hari ibu nasional,” jelas Anisa lalu melanjutkan.

Pada saat itu, pejuang wanita Indonesia dari Sumatera dan Jawa berkumpul untuk menyelenggarakan Kongres Perempuan Indonesia pertama di Yogyakarta”.

Foto : (Gambar Istimewa) Siti Anisa S.H

Kongres itu diadakan di Gedung Mandalabhakti Wanitatama yang berlokasi di Jalan Adisucipto, ada 30 organisasi perempuan berkumpul dari 12 kota di Sumatera dan Jawa”.

“Perkumpulan itu yang membentuk Kongres Perempuan atau dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia”.

“Di tahun 1938, kembali diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung”.

Foto : (Gambar Istimewa Siti Anisa S.H

“Dalam kongres tersebut itu lah melahirkan keputusan untuk menetapkan peringatan untuk menghormati dan mengenang jasa ibu yang jatuh pada 22 Desember”.

“Peringatan tersebut akhirnya diresmikan dan dikukuhkan pemerintah berdasarkan Keppres RI No. 316 Tahun 1959,” jelas Anisa menceritakan penjelasan yang didapat dari situs kemenppa tersebut.

Dalam akhir wawancara, Anisa mengajak para Ibu untuk lebih termotivasi dan lebih kuat menjaga anak – anaknya. Apalagi dalam era digital seperti sekarang ini, dimana peran ibu sangat menentukan arah bagi anak-anaknya.

Assalamualaikum Wr.Wb. Salam dari saya Siti Anisa Kader PDI Perjuangan. Disini saya mengajak para ibu untuk semangat dalam membimbing putra dan putrinya. Marilah di hari ibu yang spesial ini kita tata kembali, ingatlah dalam setiap tangisan dan rengekan anak anak kita dimana cinta kasih kita sebagai seorang Ibu sangat mereka butuhkan. Dan marilah kita jadikan momentum Hari Ibu ini sebagai landasan penguat kita menuntaskan tugas yang paling mulia ini. Dan saya Siti Anisa S.H mengucapkan ‘Selamat Hari Ibu‘ ingat Ibu adalah tugas yang amat mulia dalam hidup kita,” pungkas Anisa. (Suyitno)

Kabiro : Catur Teguh Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button