Gerakan Pramuka SMPN 01 Bangsalsari Laksanakan Persami Kembalikan Mental Dan Psikologi Siswa Setelah Masa Pandemik

Bagikan postingan

Jember, rilisfakta.com – Dalam Rangka Penutupan MPLS tahun ajaran 2022/2023 Gerakan pramuka SMPN 01 Bangsalsari adakan persami perdana sebagai gebrakan aktif pangkalan SMPN 01 setelah lama tidak aktif. Persami perdana ini diadakan pada hari Sabtu, (10/09/2022) dan berakhir pada hari Minggu, (11/09/2022) pukul 10.00 Wib.

Persami disambut meriah oleh para siswa kelas 8 dan 9 yang berperan aktif mendampingi adik kelasnya yang baru saja terdaftar menjadi murid SMPN 01 Bangsalsari.

Sekitar 250 siswa kelas 7 di gembleng sifat kepemimpinannya melalui lomba – lomba dasar yang sudah di analisa diperhitungkan dengan matang dapat menstimulasi jiwa dan kemampuan anak didik sehingga anak didik otomatis akan merasakan perkembangan yang ditanam oleh sekolah secara khusus.

Hal ini dilakukan setelah melihat dan menimbang bahwa psikologi anak setelah masa pandemik memiliki perbedaan dengan masa sebelum pandemik. Memiliki penurunan pengetahuan yang rendah dan memiliki pemikiran yang jauh lebih tua dari usianya.

Hal ini dinilai dari ragam hal yang di konsumsi oleh otak tiap harinya. Dimana ruang medsos lebih banyak diserap daripada pendidikan rutin secara langsung.

Foto : (Gambar Istimewa) Pembina Dari Saka Wirakartika Dan Anggota Koramil 0824/15 Warnai Persami SMPN 01 Bangsalsari

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Budi Utomo S.Pd kepala sekolah SMPN 01 Bangsalsari yang menerangkan perbedaan sebelum dan setelah masa pandemik.

Pramuka disini sudah lama tidak aktif. Bahkan sebelum pandemik juga tidak aktif, seperti informasi yang saya terima dari dewan guru yang ada di sini. Masih beberapa bulan saya disini dan saya memang berkomitmen bahwa saya disini akan mengaktifkan semua eskul terutama Pramuka,” ucap Budi Utomo S.Pd.

Saya melihat psikologi dan perkembangan anak sekarang berbeda dengan anak sebelum pandemik. Hal itulah yang membuat saya semangat mengembalikan jiwa dan psikologi anak sekarang kembali ke arah yang baik lewat eskull dan Diklat kepemimpinan di Pramuka,” tambahnya.

Hal serupa juga di ungkapkan Sofyan S.Pd Waka Kurikulum SMPN 01 Bangsalsari. Menurutnya Pramuka merupakan Salah Satu media yang amat utama untuk meningkatkan jiwa dan mental anak didik.

Saya melihat penurunan moral pada siswa setelah pandemik. Itu yang membuat saya punya sangat mendukung aktifnya eskull pramuka di sini setelah lama tidak aktif, sebab Perlu Pramuka merupakan salah satu media utama menggembleng jiwa dan moral lewat PBB dan materi lainya,” ungkap Waka kurikulum tersebut.

Namun Sofyan sangat berhati- hati dalam memilih pelatih serta amat ketat dalam melaksanakan persami kali ini. Sebab demi kualitas dan keselamatan anak didiknya Sofyan tidak ingin kegiatan di SMP 01 dimasuki oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Foto : (Gambar Istimewa) Jelajah Medan Oleh Dewan Galang pada Juniornya

Untuk kegiatan ini saya prioritas keselamatan dan benar benar ingin meningkatkan kualitas anak didik, sehingga saya tidak main – main dan segala sesuatunya memang sengaja dibuat ketat dan tidak semua orang bisa masuk. Semua ini dilakukan agar Kegiatan tetap satu komando dan meminimalisir orang luar atau oknum tidak bertanggung jawab bisa tiba tiba masuk,” tambahnya.

Kakak Faizin anggota Koramil 0824/15 Bangsalsari juga sangat senang, bersemangat, dan mendukung persami di SMPN 01 Bangsalsari. Dan Kakak Faizin juga mengharapkan agar sekolah lain mengikuti jejak SMPN 01 kedepan.

Saya sangat mendukung Persami di SMPN 01 Bangsalsari. Saya berharap Sekolah lain juga bisa mengikuti jejak SMPN 01 Bangsalsari untuk mengaktifkan kegiatan Pramuka di sekolah masing – masing,” pungkasnya.

Foto : (Gambar Istimewa) PBB Persiapan Upacara

Materi PBB Yang Di Ajarkan

Baris – berbaris dalam gerakan pramuka merupakan suatu latihan fisik yang digunakan untuk menanamkan rasa disiplin. Kekompakkan gerakan suatu regu atau kelompok berbaris sangat ditentukan oleh kedisiplinan dari masing.

– masing anggotanya. Dalam mempelajari gerakan baris – berbaris, kita akan mengenal aba – aba, gerakan perorang, gerakan dasar dan gerakan pasukan. Baris – berbaris adalah elemen dasar untuk menilai suatu kelompok. Sebab, baris – berbaris mengajarkan kekompakkan, kerapian, dan kebersamaan sebuah kelompok.

Peraturan pada baris – berbaris yang digunakan setiap kegiatan pramuka umumnya dilaksanakan menggunakan 2 macam cara, yakni baris – berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat.

Baris – berbaris menggunakan tongkat mempunyai tata cara tersendiri di lingkungan pramuka, sementara baris – berbaris tanpa tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam peraturan baris – berbaris yang digunakan TNI/POLRI.

Landasan hukum baris – berbaris:

1. Undang – undang dasar 1945 pasal 30

2. UU No.20 tahun 1982

3. Keputusan Menteri P dan K No.0461/U/1984

A. Maksud

Maksud kegiatan baris – berbaris secara umum adalah suatu latihan awal bela negara dan dapat membedakan hak dan kewajiban. Sikap bela negara merupakan tekad, sikap, dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan secara khusus, kegiatan baris – berbaris adalah kegiatan yang dapat menanamkan disiplin, mempertebal rasa semangat kebangsaan, patriotisme, dan kebersamaan sehingga tercipta tanggung jawab yang tinggi.

B. Tujuan

Tujuan baris – berbaris adalah menumbuhkan sikap jasmani yang tegas dan tangkas, rasa persatuan serta disiplin, sehingga dengan senantiasa dapat mengutamakan kepentingan individu dari secara tidak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.

C. Manfaat

Latihan baris – berbaris bisa memberi berbagai manfaat bagi para anggota pramuka, yaitu:

1) Untuk melatih daya konsentrasi

2) Sebagai media belajar tentang solidaritas tim

3) Untuk belajar mendengar dan bersikap patuh

4) Untuk belajar diam dan mengatur emosi

D. Fungsi

Kegiatan baris – berbaris memiliki berbagai fungsi, yaitu:

1) Untuk memudahkan pengawasan dan penertiban para anggota pramuka

2) Untuk memudahkan pembagian jatah, sehingga bisa terbagi secara merata

3) Memudahkan penghitungan jumlah anggota

E. Aba – Aba

Aba – aba adalah perintah yang diberikan oleh seorang komandan/pimpinan pasukan kepada pasukan/barisan untuk dilaksanakan pada waktunya secara serentak atau berturut – turut. Ada 3 macam aba – aba, yaitu:

1) Aba – aba petunjuk

Dipergunakan untuk menegaskan maksud dari aba – aba peringatan/pelaksanaan.

Misalnya:

1. Untuk perhatian – istirahat di tempat = GERAK

2. Untuk istirahat – bubar = JALAN

3. Kecuali didalam upacara, aba – aba petunjuk pada penyampaian penghormatan terhadap seseorang, cukup menyebutkan jabatan orang yang diberi hormat tanpa menyebutkan eselon satuan yang lebih tinggi. Misalnya: Kepada kepala kantor wilayah – Hormat = GERAK

2) Aba – aba peringatan

Ialah inti dari perintah yang cukup jelas untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu – ragu.

Misalnya:

1. Lencang Kanan = GERAK dan bukan lencang = Kanan

2. Istirahat di tempat = GERAK dan bukan Di tempat = Istirahat

3) Aba – aba pelaksanaan

Ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba – aba petunjuk/peringatan dengan cara serentak atau berturut – turut. Aba – aba pelaksanaan yang dipakai adalah:

a. Gerak

Digunakan untuk gerakan – gerakan tanpa meninggalkan tempat yang menggunakan kaki dan gerakan – gerakan yang memakai anggota tubuh lain, baik dalam keadaan berjalan maupun berhenti. Misalnya:

– Jalan di Tempat = GERAK

– Siap = GERAK

– Hormat kanan = GERAK

– Hormat = GERAK

b. Jalan

Digunakan untuk gerakan – gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat. Misalnya:

– Haluan kanan/kiri = JALAN

– Dua langkah ke depan = JALAN

– Tiga langkah ke kiri = JALAN

– Satu langkah ke belakang = JALAN

* Catatan:

Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba – aba pelaksanaan harus didahului dengan aba – aba peringatan MAJU

Contoh:

– Maju – JALAN

– Haluan kanan/kiri – JALAN

– Hadap kanan/kiri – JALAN

– Melintang kanan/kiri – JALAN

Istilah “Maju”

Digunakan sebagai aba – aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti. Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba – aba HENTI. Misalnya:

– Ada aba – aba hadap kanan/kiri maju – JALAN, karena dapat pula diberi aba – aba hadap kanan/kiri henti GERAK

– Balik kanan maju – JALAN, karena dapat pula diberikan aba – aba balik kanan henti – GERAK

Aba – aba langkah tegap maju JALAN, aba – aba belok kanan/kiri maju – JALAN tidak bisa diberikan kepada pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa.

Aba – aba “henti”

Digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak. Walau begitu, tidak selamanya aba – aba peringatan henti ini harus diucapkan. Misalnya: “Empat langkah ke depan – JALAN” bukan “barisan – JALAN”. Setelah selesai pelaksanaan aba – aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba – aba berhenti.

c. Mulai

Aba – aba “Mulai” dipergunakan untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut – turut. Misalnya:

1. Hitung = MULAI

2. Berbanjar/bersaf/kumpul = MULAI

Cara Menulis Aba – aba

– Aba – aba petunjuk dimulai dengan huruf besar dan ditulis seterusnya dengan huruf kecil, atau semuanya huruf besar.

– Aba – aba peringatan dimulai dengan huruf besar dan ditulis seterusnya dengan huruf kecil yang satu dengan yang lainnya agak jarang atay semuanya huruf besar.

– Aba – aba pelaksanaan ditulis seluruhnya dengan huruf besar.

– Semua aba – aba ditulis lengkap, walaupun ucapannya dapat dipersingkat.

– Diantara aba – aba petunjuk dan aba – aba peringatan terdapa garis penyambung/koma, antara aba – aba peringatan dan aba – aba pelaksanaan terdapat dua garis bersusun/koma.

Cara Memberi Aba – aba

– Pada saat memberi aba – aba, pemberi aba – aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan harus menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.

– Jika aba – aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba – aba, maka pemberi aba – aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan. Contoh Kepada pembina upacara – hormat = GERAK

Pelaksanaannya:

– Pada saat memberikan aba – aba menghadap ke arah pihak yang diberi hormat, sambil melakukan gerakan penghormatan bersama – sama dengan pasukan.

– Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas, maka dalam keadaan sikap sedang memberi hormat, si pemberi aba – aba memberikan aba – aba tegak = GERAK, dan kembali ke sikap sempurna.

– Dalam rangka menyiapkan pasukan pada saat pembina upacara memasuki lapangan upacara dan setelah amanat pembina upacara selesai, pemberi aba – aba tidak menghadap pasukan.

– Pada taraf permulaan latihan, untuk aba – aba yang ditujukan kepada pasukan yang sedang berjalan atau berlari, maka aba – aba pelaksanaannya selalu harus diberikan bertepatan dengan jatuhnya salah satu kaki tertentu, sementara pelaksanaan geraknya dilakukan dengan tambahan 1 langkah pada waktu berjalan dan 3 langkah pada waktu berlari.

– Sementara pada taraf lanjutan, aba – aba pelaksanan bisa diberikan bertepatan dengan jatuhnya kaki yang berlawanan, dengan pelaksanaan gerakan dilakukan dengan tambahan 2 langkah pada waktu berjalan, dan 4 langkah pada waktu berlari. Kemudian berhenti atau maju, dengan merubah bentuk dan arah pada pasukan.

– Aba – aba hendaknya diucapkan secara lantang, tegas, dan bersemangat .

– Pemberian aba – aba petunjuk yang disambung dengan aba – aba peringatan dan pelaksanaan, pengucapannya tidak diberi nada.

– Aba – aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan, hendaknya diberi jeda atau antara.

– Pemberian aba – aba peringatan harus memiliki tekanan nada pada suku kata pertama dan terakhir. Nada ssuku kata terakhir harus diucapkan lebih panjang menurut besar kecilnya pasukan. Pada saat mengucapkan aba – aba pelaksanaan, hendaknya dengan suara yang menghentak.

– Waktu pemberian aba – aba peringatan dan pelaksanaan diperpanjang sesuai besar kecilnya pasukan atau sesuai dengan tingkatan perhatian pasukan. Di antara aba – aba pelaksanaan tidak boleh ada tindakan pemberian keterangan – keterangan.

– Bila pada suatu bagian aba – aba diperlukan pembetulan, maka dilakukan perintah ULANGI

Contoh:

Kepada pemimpin upacara = ULANGI Kepada pembina upacara – Hormat = GERAK

Gerakan Perorangan, Gerakan Pasukan, dan Gerakan Dasar

1. Gerakan Perorangan / Gerakan Dasar

Gerakan – gerakan yang wajib dikuasai seorang pramuka dalam kegiatan baris – berbaris. Misalnya:

1) Sikap sempurna

2) Sikap istirahat

3) Periksa kerapian

4) Berhitung

5) Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bershaf)

6) Setengah lencang kanan/kiri

7) Lencang depan (hanya dalam bentuk berbanjar)

8) Hadap kanan/kiri

9) Hadap serong kanan/kiri

10) Balik kanan

11) Cara berkumpul

12) Berkumpul banjar

13) Hormat kanan/kiri

14) Bubar

2. Gerakan Pasukan

1) Jalan di tempat

2) Membuka atau menutup barisan

3) Maju – JALAN. Dari sikap sempurna

4) Langkah biasa

5) Langkah tegap. Dari sikap sempurna

6) Langkah perlahan

7) Langkah ke samping

8) Langkah ke belakang

9) Langkah ke depan

10) Langkah di waktu lari. Dari sikap sempurna

11) Langkah merdeka

12) Ganti langkah

13) Berhenti

14) Gerakan hormat kanan/kiri

15) Gerakan selesai menghormat

16) Perubahan arah dari berhenti ke berjalan

17) Bubar.

Sumber Penunjang: Pramuka Lumajang Tangguh

Penulis : Haris

Reporter : Rofik

Kabiro : Catur Teguh Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button