Diduga Ada Tekanan Mental/Depresi, Sekdes Di Jember Gantung Diri Atas Pohon

Bagikan postingan

Jember, rilisfakta.com – 22 November 2022. Pria paruh baya asal desa Gunungsari kecamatan Umbulsari, kabupaten Jember. Pria tergantung diatas pohon, memakai celana pendek warna biru, dan juga kaos berkerah biru, ditemukan warga pelintas jalan raya Tanggul – Kencong, tepatnya di Dusun Pondok Waluh, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kondisi pria tersebut saat ditemukan menggantung dipohon selubin, dengan ketinggian 10 meter dalam kondisi leher sudah terlilit tampar warna biru.

Saksi mata Deni Setiawan, warga kecamatan sumberbaru saat melintas dijalan raya bersama keluarga mengaku kaget, karena pada saat melihat keatas ada orang gantung diri.

Saya kaget pak, saya pas pulang dari kencong dan pada saat melintas ke Utara saya lihat ada orang gantung diri , dan pada saat itu saya meminta tolong kepada warga pengendara lain,” Ungkap Deni Setiawan dilokasi kejadian.

Sementara itu, dilokasi kejadian, pihak aparat ย desa Wringinagung dan pihak TNI-Polri mendapati sebuah motor Yamaha Vega warna biru Nopol N-3570-HD.

Selain motor, petugas juga menemukan bekas minuman energi tinggal sedikit dan bungkus rokok dan serta handphone serta KTP dan celana dinas kain warna hitam yang ditaruh di atas motor.

Pada saat dilokasi kejadian, kepala desa Wringinagung Sutinah saat dikonfirmasi kejadian mengaku jika ini bukan warganya.

Ini bukan warga saya mas, dan ini saya berkoordinasi dengan pihak aparat guna melacak siapa pria ini,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi jika korban ini berinisial DE, asal Dusun Banjarejo, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari.

Ini tetangga saya mas, dia carik atau sekretaris desa Gunungsari dan baru menjabat setahun yang lalu, jelasnya.

Akibat kejadian gantung diri ini, jalanan jalan raya Wringinagung sempat macet karena ratusan warga melihat dan hingga berita ini dibuat proses evakuasi jenazah korban dilakukan dengan kondisi hujan. (Lukman Hakim)

Kabiro : Catur Teguh Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button